Terbukti, waralaba adalah rute untuk pertumbuhan bisnis yang cepat. Tapi menjadi seorang franchisor bukan lantas menjadi tiket otomatis untuk sukses, terutama dalam tantangan ekonomi saat ini.
Namun, banyak pemilik usaha bermimpi melihat merek mereka menyebar, dengan jaringan waralaba dari lini ke lini atau sukses menembus pasar di seluruh dunia.
Konsep waralaba yang efektif dapat menjadi strategi ekspansi yang besar serta tidak memerlukan banyak up-front modal untuk tumbuh melalui unit milik perusahaan Anda.
Jika sedang mempertimbangkan bisnis waralaba, Anda perlu tahu bahwa proses menjadi franchisor biasanya cukup panjang dan melibatkan biaya yang cukup besar. Namun, hanya karena Anda memenuhi syarat bukan berarti Anda akan cepat menemukan pembeli.
Data dari Asosiasi Franchise Internasional menunjukkan bahwa dari 105 perusahaan yang mulai merintis waralaba pada tahun 2008, lebih dari 40 perusahaan tidak melaporkan penjualan pada unit pertama mereka pada akhir tahun 2009.
Menjadi franchisor baru yang sukses perlu membuat banyak keputusan awal yang bijaksana yang akan mempengaruhi bisnis Anda untuk tahun-tahun mendatang. Selain itu, perlu adanya kelengkapan dokumen hukum untuk memastikan bisnis Anda sesuai dengan undang-undang federal dan negara yang mengatur industri waralaba.
Pertama Anda wajib memastikan apakah bisnis Anda adalah cocok untuk diwaralabakan. Selain memiliki track record penjualan dan profitabilitas pada bisnis yang ada, menurut Mark Siebert (CEO dari iFranchise Group) ada beberapa faktor untuk diperhatikan antara lain :
Pertimbangkan konsep Anda
Menurutnya, konsep waralaba yang baik pada umumnya menawarkan produk yang familiar, tetapi dengan beberapa twist yang unik.
Konsep yang menarik sangat dibutuhkan oleh konsumen dan calon franchisee. Harus ada harapan bahwa lebih banyak unit akan menciptakan skala ekonomi dan meningkatkan keuntungan. Selain itu, untuk menjadi sukses bisnis perlu dirancang secara sistematis dan replicable.
Periksa keuangan Anda
Kebanyakan waralaba sukses mengambil bisnis yang sudah menguntungkan dan mencoba untuk meniru kesuksesan itu di tempat lain. Konsultan waralaba yang berbasis di Cleveland, Joel Libava mengatakan, ia senang melihat perusahaan meraih keuntungan melampaui profit sebelum mereka beroperasi dengan waralaba meski hanya dengan beberapa unit.
Mengumpulkan riset pasar
Jangan hanya modal nekad dan merasa bahwa bisnis Anda akan sukses besar. Lakukan riset pasar untuk mengkonfirmasi permintaan konsumen secara global, untuk siapa bisnis waralaba Anda, dan ruang pasar untuk pesaing baru.
Persiapkan diri untuk segala perubahan
Sebagai pelaku bisnis, menjadi franchisor berarti Anda akan terlibat dan siap dalam kegiatan yang sama sekali berbeda. Sekarang Anda akan menjual waralaba dan menjadi penyokong franchisee.
Selain itu, bisnis waralaba akan mengharuskan Anda melepas beberapa kontrol dari konsep yang telah Anda jalankan sebelumnya.
"Franchisee tidak akan melakukan persis seperti yang Anda lakukan, meskipun itu usaha terbaik Anda," kata Presiden IFA Matthew Shay. "Jika begitu lekat dengan konsep yang telah Anda jalankan dan tak ingin orang lain ‘menyentuhnya’, maka waralaba mungkin tidak tepat untuk Anda."
Mengevaluasi alternatif lain
Siebert mengatakan, sebelum terjun ke waralaba, pertimbangkan beberapa pilihan lain. Apakah karena situasi pertumbuhan bisnis Anda sedang lesu, telah menemukan mitra debt financing, atau mengambil semua alternatif yang mungkin memberikan cara yang lebih baik untuk bergerak maju.
Dalam rangka melegalkan bisnis waralaba, Anda akan diminta untuk menyediakan berbagai informasi tentang bisnis Anda, termasuk laporan audit keuangan, operasional untuk franchisee, dan deskripsi pengalaman bisnis tim manajemen Anda.
Beberapa negara memiliki aturan sendiri dalam mengatur legalisasi waralaba pada undang-undang niaga mereka.
Untuk membantu dalam proses ini, disarankan menyewa seorang konsultan waralaba atau pengacara waralaba yang berpengalaman. Seringkali, perusahaan baru akan dibentuk untuk bertindak sebagai franchisor. Cari seorang ahli yang dapat memastikan Anda melakukan setiap langkah yang diperlukan dengan benar.
Ketika Anda mempersiapkan dokumen hukum Anda, Anda harus membuat beberapa keputusan tentang bagaimana Anda akan beroperasi sebagai franchisor. Poin utamanya meliputi :
Menurut Siebert, franchisor pemula kadang tidak menyadari bagaimana tiap keputusan ini dapat mempengaruhi profitabilitas mereka di masa depan.
Perlu untuk dicatat, apakah variabel geografis seperti hukum local atau cuaca dapat mempengaruhi keberhasilan franchisee '.
Pelatihan yang tidak memadai dapat membuat franchisee Anda tidak siap untuk menerapkan sistem Anda.
Setelah Anda membuat keputusan penting tentang bagaimana waralaba Anda akan beroperasi, berikutnya Anda harus menyelesaikan dokumen hukum Anda. Saat dokumen Anda kirimkan, sertakan pula lampiran dokumen berisi informasi tambahan yang mungkin bisa berguna agar aplikasi Anda disetujui.
Untuk menjadi franchisor, biasanya Anda perlu menambahkan beberapa anggota staf yang akan membantu para franchisee. Tak ada salahnya Anda menyewa trainer dan "franchise advokat" untuk menjawab pertanyaan franchisee dalam menyelesaikan masalah yang mereka hadapi.
Menurut CEO Deuser, untuk staf, gunakan jasa pelatih, creative director, asisten pemasaran dan processing manager untuk membantu mendapatkan franchisee menggunakan system dan software perusahaan.
Sekarang Anda sudah berada dalam bisnis sebagai franchisor, salah satu aktivitas yang paling urgent adalah menemukan franchisee dan meyakinkan mereka untuk membeli konsep Anda.
Disini Anda boleh menawarkan waralaba dengan berbagai bentuk promosi termasuk dari mulut ke mulut (jika Anda tak memiliki tenaga salesman).
Untuk membantu merangsang minat, Anda bisa menawarkan kompensasi untuk siapa saja yang berhasil mengirimkan franchisee baru.
Cara lainnya yaitu menghadiri beberapa pameran franchise atau menyewa perusahaan pemasaran waralaba independen untuk membantu menemukan investor.
Siebert menegaskan, menjual waralaba itu sulit karena risiko tinggi yang melibatkan franchisee. Tenaga penjualan Anda harus tahu produk bisnis Anda dengan baik dan mampu meninterpretasikan secara menarik untuk memberi alasan logis hingga seorang sudi menginvestasikan waktu dan uang mereka.
Sebagai franchisor, Anda telah melalui banyak tahap untuk sampai di titik ini. Tapi di sini - pada titik di mana Anda mulai memberi perhatian berupa dukungan kepada jaringan franchisee Anda – merupakan mata rantai yang akan menentukan sukses tidaknya bisnis waralaba Anda.
Program pelatihan dan upaya pendukung lainnya akan membentuk kualitas control. Memastikan brand Anda memberikan pengalaman yang sama.
Lewat internet, berikan support berupa modul pembelajaran online yang bisa diakses franchisee untuk menunjang operasional bisnis.
Pada saat yang sama, mulailah membangun rantai marketing untuk mendorong pertumbuhan penjualan franchisee Anda.
Rantai marketing meliputi promosi di radio, cetak iklan untuk seragam, logo, brosur, dan logo perusahaan. Banyak franchisor pemula yang gagal karena meremehkan pemasaran dan dukungan usaha ini lantaran faktor biaya.
"Percayalah, bisnis ini akan butuh banyak uang untuk ongkos pemasaran," Anda sudah siap tempur?
Namun, banyak pemilik usaha bermimpi melihat merek mereka menyebar, dengan jaringan waralaba dari lini ke lini atau sukses menembus pasar di seluruh dunia.
Konsep waralaba yang efektif dapat menjadi strategi ekspansi yang besar serta tidak memerlukan banyak up-front modal untuk tumbuh melalui unit milik perusahaan Anda.
Jika sedang mempertimbangkan bisnis waralaba, Anda perlu tahu bahwa proses menjadi franchisor biasanya cukup panjang dan melibatkan biaya yang cukup besar. Namun, hanya karena Anda memenuhi syarat bukan berarti Anda akan cepat menemukan pembeli.
Data dari Asosiasi Franchise Internasional menunjukkan bahwa dari 105 perusahaan yang mulai merintis waralaba pada tahun 2008, lebih dari 40 perusahaan tidak melaporkan penjualan pada unit pertama mereka pada akhir tahun 2009.
Menjadi franchisor baru yang sukses perlu membuat banyak keputusan awal yang bijaksana yang akan mempengaruhi bisnis Anda untuk tahun-tahun mendatang. Selain itu, perlu adanya kelengkapan dokumen hukum untuk memastikan bisnis Anda sesuai dengan undang-undang federal dan negara yang mengatur industri waralaba.
Langkah-langkah Menjadi Franchisor Pemula
Berikut panduan berisi langkah-langkah penting yang perlu Anda ambil untuk menjadi seorang franchisor.#1 - Evaluasi Kesiapan Bisnis Anda
Pertama Anda wajib memastikan apakah bisnis Anda adalah cocok untuk diwaralabakan. Selain memiliki track record penjualan dan profitabilitas pada bisnis yang ada, menurut Mark Siebert (CEO dari iFranchise Group) ada beberapa faktor untuk diperhatikan antara lain :
Pertimbangkan konsep Anda
Menurutnya, konsep waralaba yang baik pada umumnya menawarkan produk yang familiar, tetapi dengan beberapa twist yang unik.
Konsep yang menarik sangat dibutuhkan oleh konsumen dan calon franchisee. Harus ada harapan bahwa lebih banyak unit akan menciptakan skala ekonomi dan meningkatkan keuntungan. Selain itu, untuk menjadi sukses bisnis perlu dirancang secara sistematis dan replicable.
Periksa keuangan Anda
Kebanyakan waralaba sukses mengambil bisnis yang sudah menguntungkan dan mencoba untuk meniru kesuksesan itu di tempat lain. Konsultan waralaba yang berbasis di Cleveland, Joel Libava mengatakan, ia senang melihat perusahaan meraih keuntungan melampaui profit sebelum mereka beroperasi dengan waralaba meski hanya dengan beberapa unit.
Mengumpulkan riset pasar
Jangan hanya modal nekad dan merasa bahwa bisnis Anda akan sukses besar. Lakukan riset pasar untuk mengkonfirmasi permintaan konsumen secara global, untuk siapa bisnis waralaba Anda, dan ruang pasar untuk pesaing baru.
Persiapkan diri untuk segala perubahan
Sebagai pelaku bisnis, menjadi franchisor berarti Anda akan terlibat dan siap dalam kegiatan yang sama sekali berbeda. Sekarang Anda akan menjual waralaba dan menjadi penyokong franchisee.
Selain itu, bisnis waralaba akan mengharuskan Anda melepas beberapa kontrol dari konsep yang telah Anda jalankan sebelumnya.
"Franchisee tidak akan melakukan persis seperti yang Anda lakukan, meskipun itu usaha terbaik Anda," kata Presiden IFA Matthew Shay. "Jika begitu lekat dengan konsep yang telah Anda jalankan dan tak ingin orang lain ‘menyentuhnya’, maka waralaba mungkin tidak tepat untuk Anda."
Mengevaluasi alternatif lain
Siebert mengatakan, sebelum terjun ke waralaba, pertimbangkan beberapa pilihan lain. Apakah karena situasi pertumbuhan bisnis Anda sedang lesu, telah menemukan mitra debt financing, atau mengambil semua alternatif yang mungkin memberikan cara yang lebih baik untuk bergerak maju.
#2 - Pelajari Persyaratan Hukum
Dalam rangka melegalkan bisnis waralaba, Anda akan diminta untuk menyediakan berbagai informasi tentang bisnis Anda, termasuk laporan audit keuangan, operasional untuk franchisee, dan deskripsi pengalaman bisnis tim manajemen Anda.
Beberapa negara memiliki aturan sendiri dalam mengatur legalisasi waralaba pada undang-undang niaga mereka.
Untuk membantu dalam proses ini, disarankan menyewa seorang konsultan waralaba atau pengacara waralaba yang berpengalaman. Seringkali, perusahaan baru akan dibentuk untuk bertindak sebagai franchisor. Cari seorang ahli yang dapat memastikan Anda melakukan setiap langkah yang diperlukan dengan benar.

#3 - Membuat keputusan penting tentang model waralaba Anda
Ketika Anda mempersiapkan dokumen hukum Anda, Anda harus membuat beberapa keputusan tentang bagaimana Anda akan beroperasi sebagai franchisor. Poin utamanya meliputi :
- Biaya waralaba dan persentase royalti
- Perjanjian waralaba
- Ukuran wilayah setiap franchisee
- Wilayah geografis untuk pemasaran waralaba Anda
- Jenis dan lamanya dari program pelatihan yang Anda tawarkan
- Apakah franchisee harus membeli produk atau peralatan dari perusahaan Anda
- Pengalaman bisnis dan kekayaan bersih franchisee
- Bagaimana Anda akan memasarkan waralaba
- Apakah Anda ingin operator sebagai pemilik untuk setiap unit atau daerah / master franchisee yang akan mengembangkan beberapa unit
Menurut Siebert, franchisor pemula kadang tidak menyadari bagaimana tiap keputusan ini dapat mempengaruhi profitabilitas mereka di masa depan.
Perlu untuk dicatat, apakah variabel geografis seperti hukum local atau cuaca dapat mempengaruhi keberhasilan franchisee '.
Pelatihan yang tidak memadai dapat membuat franchisee Anda tidak siap untuk menerapkan sistem Anda.
#4 - Persiapkan dokumen untuk pendaftaran franchisor
Setelah Anda membuat keputusan penting tentang bagaimana waralaba Anda akan beroperasi, berikutnya Anda harus menyelesaikan dokumen hukum Anda. Saat dokumen Anda kirimkan, sertakan pula lampiran dokumen berisi informasi tambahan yang mungkin bisa berguna agar aplikasi Anda disetujui.
#5 - Membuat Key Hires
Untuk menjadi franchisor, biasanya Anda perlu menambahkan beberapa anggota staf yang akan membantu para franchisee. Tak ada salahnya Anda menyewa trainer dan "franchise advokat" untuk menjawab pertanyaan franchisee dalam menyelesaikan masalah yang mereka hadapi.
Menurut CEO Deuser, untuk staf, gunakan jasa pelatih, creative director, asisten pemasaran dan processing manager untuk membantu mendapatkan franchisee menggunakan system dan software perusahaan.
#6 - Menjual Waralaba
Sekarang Anda sudah berada dalam bisnis sebagai franchisor, salah satu aktivitas yang paling urgent adalah menemukan franchisee dan meyakinkan mereka untuk membeli konsep Anda.
Disini Anda boleh menawarkan waralaba dengan berbagai bentuk promosi termasuk dari mulut ke mulut (jika Anda tak memiliki tenaga salesman).
Untuk membantu merangsang minat, Anda bisa menawarkan kompensasi untuk siapa saja yang berhasil mengirimkan franchisee baru.
Cara lainnya yaitu menghadiri beberapa pameran franchise atau menyewa perusahaan pemasaran waralaba independen untuk membantu menemukan investor.
Siebert menegaskan, menjual waralaba itu sulit karena risiko tinggi yang melibatkan franchisee. Tenaga penjualan Anda harus tahu produk bisnis Anda dengan baik dan mampu meninterpretasikan secara menarik untuk memberi alasan logis hingga seorang sudi menginvestasikan waktu dan uang mereka.
#7 - Dukungan untuk Franchisee
Sebagai franchisor, Anda telah melalui banyak tahap untuk sampai di titik ini. Tapi di sini - pada titik di mana Anda mulai memberi perhatian berupa dukungan kepada jaringan franchisee Anda – merupakan mata rantai yang akan menentukan sukses tidaknya bisnis waralaba Anda.
Program pelatihan dan upaya pendukung lainnya akan membentuk kualitas control. Memastikan brand Anda memberikan pengalaman yang sama.
Lewat internet, berikan support berupa modul pembelajaran online yang bisa diakses franchisee untuk menunjang operasional bisnis.
Pada saat yang sama, mulailah membangun rantai marketing untuk mendorong pertumbuhan penjualan franchisee Anda.
Rantai marketing meliputi promosi di radio, cetak iklan untuk seragam, logo, brosur, dan logo perusahaan. Banyak franchisor pemula yang gagal karena meremehkan pemasaran dan dukungan usaha ini lantaran faktor biaya.
"Percayalah, bisnis ini akan butuh banyak uang untuk ongkos pemasaran," Anda sudah siap tempur?


0 komentar:
Posting Komentar